Thursday, October 15, 2009

Acara pegaleran budaya dan bazar yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Jepang dan JICA berlangsung kurang lebih selama satu minggu yang dimulai dari tanggal 3 Oktober hingga 11 Oktober. Banyak pertunjukan-pertunjukan yang mewarnai event tersebut, diantaranya pameran foto di Lobby Hotel Nikko Jakarta, Festival Makanan Jepang, Seminar mengenai kebudayaan jepang dan sebagai acara puncak Jak Japan Matsuri 2009 menampilkan pertunjukan seni budaya Jepang yang dipadukan dengan seni budaya Indonesia dan bertempat di Plasa Selatan Monumen Nasional Jakarta (Monas).
Jak Japan Matsuri merupakan acara akbar yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperingati tanggal terjadinya hubungan bilateral pertama antara Jepang dengan Indonesia, dan juga untuk mempresentasikan seni dan budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia.
Pada acara puncak yang diselenggarakan pada Minggu, 11 Oktober 2009. Jak Japan Matsuri menampilkan berbagai aksi panggung, mulai dari band asal Jepang, tarian, penampilan musik khas jepang hingga tarian tradisional jepang yang dipadukan dengan budaya Indonesia yaitu lagu dangdut dimainkan dengan alat musik jepang. Di acara ini juga menampilkan beberapa stand yang menawarkan produk-produk buatan Jepang seperti produsen motor Yamaha, es podeng yang mesinnya didatangkan langsung dari Jepang serta makanan-makanan cepat saji, semua lengkap menghiasi event akbar ini.
Ada yang unik dari event Jak Japan Matsuri yaitu penempatan sampah menjadi tiga bagian kotak sampah yaitu "Sampah Daur Ulang", "Sampah Basah", dan "Sampah Tidak dapat di daur ulang" ..... ini yang menjadi keunikan dalam acara tersebut.
Sebuah organisasi pemerintahan Jepang (JICA) juga melakukan sosialisasi mengenai lingkungan khususnya sampah, dan setiap pengunjung yang berkunjung ke event tersebut serta telah mengisi angket maka pengunjung akan diberi sebuah buku yang berisi tentang sosialisasi tentang penanganan Sampah, 3R, pentingnya membuat tiga boks sampah yang telah saya uraikan di paragraf sebelumnya dan pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan tempat tinggal anda.
Acara yang menerapkan HTM sebesar Rp. 20.000,- ini telah menyedot ratusan bahkan ribuan pengunjung untuk sejenak melepas kepenatan atau berkumpul dengan teman dekat dengan mengunjungi Jak Japan Matsuri 2009. Semoga event akbar ini akan berlangsung lagi di tahun-tahun berikutnya.
Reportase Minggu, 11 Oktober 2009 (Ilham Prayudi)
what we could have been, 7:37:00 AM.
Wednesday, October 14, 2009

Sebuah penghargaan yang diberikan kepada sebuah “Buku” yang memiliki kriteria unik, artistik, serta berbobot dalam cover, isi, serta pesan untuk pembacanya. Dalam event bulan ini
Erasmus Huis Jakarta menyelenggarakan sebuah pameran Desain Buku Belanda Terbaik yang akan berlangsung mulai tanggal 8 Oktober dan berakhir pada 12 November 2009.
Unik, artistik, berbobot … adalah kata yang pertama terucap dalam event kali ini, karena saya melihat, ini event yang agak langka. Kok ada ya …. Pemilihan cover buku terbaik. Ini yang harus dicontoh oleh Indonesia ….. Pameran Desain Buku Belanda Terbaik di Indonesia ini mempersembahkan 33 buah buku yang sebelumnya telah dipilih dalam sebuah kompetisi yang dilakukan di Belanda. Kegiatan ini dimulai sejak tahun 1926, kompetisi tahunan ini adalah kompetisi tertua dari yang sejenis di benua eropa. Karena beberapa kali tertunda maka kompetisi tahun 2008 baru menginjak yang kelima puluh kali.
Apa yang diutamakan oleh dewan juri dalam kompetisi ini adalah buku dalam keseluruhannya, bukan desainnya saja. Setiap buku yang dibuat dengan baik, merupakan perpaduan antara isi dan bentuk, hasil dari sebuah kerjasama antara pemesan (biasanya sebuah penerbitan), desainer dan industri grafis. Setiap tahun para penerbit, desainer dan pengelola percetakan Belanda mengajukan 400 buku (dari sekitar 1500 judul buku yang diterbitkan dalam tahun ini) untuk dinilai oleh dewan juri.
Buku-buku yang terpilih dipamerkan di Museum Umum Kota Amsterdam dan di beberapa tempat lainnya di dalam dan luar negeri Belanda. Tahun ini (2009-red) untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia, bertempat di pusat kebudayaan belanda (Erasmus Huis-red) dan direncanakan akan dipamerkan juga di beberapa tempat lain di Jawa.
Selain itu baik di pameran maupun dalam catalog terdapat seksi khusus dengan Desain Buku Belanda Terbaik yang memperoleh penghargaan dalam kompetisi international di Leipzig, Jerman dari tahun 2003 – 2008, Sampul Buku Terbaik dari tahun 2001 – 2008 dan desain buku dan karya dari Joost Grootens. Untuk tahun 2008 buku Vinex Atlas mendapatkan medali emas di Leipzeg.
Proses Pemilihan dan Penilaian yang merupakan rangkaian kegiatan pemilihan ini. peraturan dan criteria yang harus jadi pegangan dewan juri, diupayakan minim. Dewan juri diminta untuk memilih buku-buku yang menonjol dalam penampilannya, dan dalam tugas ini dewan juri harus juga memperhatikan korelasi antara isi buku dan bentuknya. Jadi, setiap anggota dewan juri bebas menggunakan aksentuasinya sendiri untuk memutuskan, seperti contoh sebuah buku agenda atau buku tahunan mana yang masih dianggap sebagai sebuah buku dan mana yang tidak, dan juga untuk memilih buku-buku tertentu yang menurutnya layak meskipun terdapat beberapa kelemahan.
Kompetisi tahunan ini diselenggarakan oleh Yayasan De Beste Verzogde Boeken (Desain Buku Belanda Terbaik) di dalamnya terdapat wakil dari organisasi pemasaran buku, desainer dan industri grafis. Sponsor utama adalah Grafisch Papier, pemasok kertas terkemuka di negeri Belanda.
Seleksi tahunan dan penjurian Desain Buku Belanda Terbaik 2008 diselenggarakan antara tanggal 15 dan 29 Januari 2009. anggota dewan juri terdiri dari Volken Beck (Desainer grafis, Amsterdam), Vanessa van Dam (Desainer Grafis, Amsterdam), Nina Post (Penerbit, Penerbit Berkala, Roterdam), Fokko Taminga (Percetakan Ando, The Hague) dan Julius Vermeulen (Konsultan Seni dan Desain, Koninklijke TNT Post, The Hague).
Dirangkum dari Katalog Pameran Desain Buku Belanda Terbaik dan telah melalui tahap editan.
what we could have been, 10:10:00 PM.
Pencarian sebuah email dan password untuk masuk ke blog ini akhirnya membuahkan hasil. Dengan sabar dan teliti saya menyusuri seluruh tempat kertas, rak buku hingga tempat sampah apakah ada ceceran kertas yang pada waktu itu tertulis alamat email dan pasword tersebut. Detik demi detik, menit demi menit berlalu, tidak menunjukkan tanda-tanda hal tersebut akan ketemu, sabar sudah memuncak akhirnya saya berinisiatif untuk membuat blog baru. Tetapi saya sangat menyayangkan isi dari blog tersebut, walaupun tulisan-tulisannya tidak seterkenal seorang jurnalis surat kabar ataupun sangat tidak sebanding dengan uraian kata penulis-penulis berbakat Indonesia, tetapi tulisan tersebut merupakan rekam perjalanan saya dalam mencari suatu peristiwa yang bisa dijadikan menjadi sebuah berita, khususnya di bidang seni dan budaya.
Baru saja, kurang lebih lima menit yang lalu. Secara tidak disengaja saya membuka sebuah buku yang pernah saya baca dan di dalam buku tersebut terselip sebuah kertas putih, dan begitu saya buka ternyata kertas yang dari tadi saya cari. Perasaan lega, bercampur bahagia menjadi satu dalam kondisi yang sudah sangat putus asa. Agar tidak lupa seperti sebelum-sebelumnya maka saya menulis alamat email dan password tersebut di handphone saya. Karena, supaya saya tidak kelimpungan dalam mencari hal tersebut.
Memang terkadang apa yang kita pikirkan di dalam memori tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu pesan saya selalulah menulis apa yang teringat di dalam pikiran anda, hal ini akan membuat hidup anda menjadi teratur. Terima kasih.
what we could have been, 9:55:00 PM.